Jumat, 22 Januari 2016

DOMINE IZAAK SAMUEL KIJNE - HIDUP DAN KARYANYA BAGI BANGSA DAN TANAH PAPUA

DOMINE IZAAK SAMUEL KIJNE - HIDUP DAN KARYANYA BAGI BANGSA DAN TANAH PAPUA 

Penulis : Hanz Wanma, S.Th
Editor  : Hamah Sagrim, S.T
Penerbit: JB Galang Press Group Gramedia
Donatur: YSKP - Yayasan Sosial Konsultasi Papua Barat 
                Direktur : Yan Piet Mosso, S.Sos
ISBN : 978 602 0818 306


































































































































































































































5 komentar:

  1. Turut Hadir Dalam Louching Perdana Buku ini Sungguh Menjadi kebabggan tersendiri secara Pribadi, Saya Bangga Menjadi bagian Dari injil yang di Taburkan Di Atas Tanah Ini. Akan Termotifasi Secara Khusus Setelah Mengenal Lebih Jauh Tentang Nabi Orang Papua. Bpk. Pdt. H. Wanma Kami Menantikan Karya-Karyamu Bagi Kami Anak-Anak Pengijil di Atas Tanah Ini.

    BalasHapus
  2. Puji Tuhan Terima kasih buat bapak pdt H.Wanma yang telah memberi/membuka wawasan buat kami.Tentang pekabaran Injil di Tanah ini.Tuhan Yesus memberkati Bapak.

    BalasHapus
  3. Terima kasih Tuhan Yesus..

    BalasHapus
  4. Buku yang luar biasa! Saya meneteskan air mata ketika membaca buku ini. Begitu besar dan agung karya Tuhan Yesus bagi Bangsa Papua melalui seorang asing yang bernama Ishak Samuel Kijne ini. Saya mendapat banyak pelajaran dan semangat serta harapan untuk Papua yang lebih maju. Setiap kita yang dari kecilnya dididik pada Sekolah Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) mengenal Kijne lewat lagu-lagu Seruling Mas dan Suara Gembira yang diajarkan oleh guru-guru. Sayangnya, semangat Kijne ini telah hilang dalam masa pertumbuhan generasi saya. Saya sedih karena Karya, Teladan dan Pemikiran Kijne, pada saat ini, tidak banyak diketahui oleh anak-anak Papua, termasuk anak-anak pendatang Kristen yang lahir dan besar di Papua seperti saya ini. Apa yang Kijne lakukan untuk saat ini seperti emas yang terkubur di dalam lumpur. Semoga ada anak-anak pencinta Tuhan Yesus di Papua yang bisa mengangkat kembali emas itu dan mendirikan darinya sebuah 'Kota Emas' di Papua. Terima kasih Kaka Bapa Pendeta Hanz Wanma untuk megingatkan kami kembali dan telah berusaha untuk menumbuhkan kembali semangat yang telah layu dan mati agar kami dapat membangun Papua dengan semangat injil. Saya ingat tete Guru Wanma dulu di Anjai Kebar, tempat di mana saya dibesarkan dan tempat kedua orang tua saya pernah bertugas. Tete pu burung Yakop putih sio...sio.. Semoga Papua segara Bangkit untuk Kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.

    BalasHapus